Label: Artikel Singkat
“KehidupanG” kata MEREKA
Awal dari sebuah
tujuan untuk mecapai garis perjuangan hidup yang nyata, itulah pemaknaan dari
beberapa rekan dan sahabatku yang tengah menjalani masa mudanya dengan berbagai
karir menuju kesuksesan.
Pagi yang indah,
ditengah sedang menyantap hidangan khas ala bugis, sanggara pappe’[1]
dan pastinya ditemani dengan cabe peco’ ladang[2]
dan segelas kopi hangat. Kebetulan juga cuaca hari ini agak mendung dan
menampakkan suasana kerinduan, ku manfaatkan keadaan ini untuk mengingat
kembali kenangan saat nyantri di pondok dulu. Eh, ternyata ada satu hal selama
ini yang membuatku tak pernah lupa dengan penjara suci itu.belum sempat
mereview tiba-tiba bunyi dari sebuah handphone kecil sederhana yang dibalut
dengan berbagai perekat,”Halo! Lagi apa? Ada kerjaan kah?” lantas agung ,teman
lama saat mondok dulu.”tidak ada ji, kenapai kah?” jawabku sederhana saja.”
Pergi ki jalan,cari kehidupan toh!, Hahaha” lanjutnya dengan tawa yang penuh
canda. “tidak hidup namanya kalo di rumah ga?,hehehe” balas tawa saja untuk
menambah indahnya suasana.
Aku kadang
menyimpan berbagai referensi dari para sahabatku yang mengartikan makna dari sebuah kehidupan. Banyak yang menganggap
hidup itu seperti halnya berjalan diatas garis sandiwara dan semua orang pasti
mementaskan dirinya diatas panggung persandingan. Namun nyatanya masih banyak
saja yang gampang menilai seseorang dari sebuah perilaku ataupun
perbuatan.padahal mereka telah ditipu oleh kerasnya sandiwara hidup itu
sendiri. Pemaknaan hidup bagi mereka itu sebatas bernafas lalu berjalan dan
menikmati alam indah yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk manusia. Tapi bagiku
itu tidak cukup, karena ada hal penting yang terlupakan dari sebuah hakikat
kehidupan.
Kita
telah melupakan hidup untuk mengenal diri kita sendiri. Terkadang saja
seseorang sibuk mengurusi urusan orang lain dan mencari berbagai informasi
mengenai diri orang tersebut, tapi pernahkah kita meluangkan sedikit waktu
untuk duduk diatas teras dengan suasana sunyi gelap lalu mencari tahu informasi
yang ada dalam diri kita? Menurutku hal ini pasti jarang kita lakukan karena
pada umumnya orang hanya mengikuti alur kehidupan yang begitu-begitu saja. Inikan sifatnya umum
,ketika orang berfikir bahwa hidup itu untuk sukses saja. Sama halnya ketika
seseorang memiliki seorang anak yang pandai dan cerdas,kemudian didik
disekolahan yang tinggi dan berkualitas lalu pada akhirnya diberi kesempatan
untuk memilih keahlian jurusan yang akan mengantarkannya pada karir atau
pekerjaan agar meraih kesuksesan nantinya. Dan sebagian besar orang tua pasti memikirkan
hal seperti ini untuk anak mereka. Bagi
saya ini juga penting namun betapa indahya apabila hidup kita bukan untuk
urusan duniawi saja. Melainkan teriringi oleh kecendrungan akhirawi yang akan
mengantarkan mereka mengenal atau menemukan jati dirinya sebagai manuasia
(sebagai seorang hamba).
*Tentang
Penulis:
Ilham M.R, lahir di Enrekang, Sulawesi selatan, pada 15 Januari
1997. Ia adalah alumni MAS Rahmatul Asri Maroangin, Enrekang, Sulawesi selatan.
Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
(BSA), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya di salah satu Universitas Negeri di
Yogyakarta, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan
beberapa karyanya sudah mulai dicetak di Majalah Kareba Pustaka Berita
Perpustakaan Sekitar Sulawesi selatan.
0 komentar:
Posting Komentar