Diberdayakan oleh Blogger.

About Us

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Sub menu section

Jumat, 20 November 2015

“KehidupanG” kata MEREKA sebuah Artikel Singkat



Label: Artikel Singkat

“KehidupanG” kata MEREKA
Awal dari sebuah tujuan untuk mecapai garis perjuangan hidup yang nyata, itulah pemaknaan dari beberapa rekan dan sahabatku yang tengah menjalani masa mudanya dengan berbagai karir menuju kesuksesan.
Pagi yang indah, ditengah sedang menyantap hidangan khas ala bugis, sanggara pappe’[1] dan pastinya ditemani dengan cabe peco’ ladang[2] dan segelas kopi hangat. Kebetulan juga cuaca hari ini agak mendung dan menampakkan suasana kerinduan, ku manfaatkan keadaan ini untuk mengingat kembali kenangan saat nyantri di pondok dulu. Eh, ternyata ada satu hal selama ini yang membuatku tak pernah lupa dengan penjara suci itu.belum sempat mereview tiba-tiba bunyi dari sebuah handphone kecil sederhana yang dibalut dengan berbagai perekat,”Halo! Lagi apa? Ada kerjaan kah?” lantas agung ,teman lama saat mondok dulu.”tidak ada ji, kenapai kah?” jawabku sederhana saja.” Pergi ki jalan,cari kehidupan toh!, Hahaha” lanjutnya dengan tawa yang penuh canda. “tidak hidup namanya kalo di  rumah ga?,hehehe” balas tawa saja untuk menambah indahnya suasana.
Aku kadang menyimpan berbagai referensi dari para sahabatku yang mengartikan makna  dari sebuah kehidupan. Banyak yang menganggap hidup itu seperti halnya berjalan diatas garis sandiwara dan semua orang pasti mementaskan dirinya diatas panggung persandingan. Namun nyatanya masih banyak saja yang gampang menilai seseorang dari sebuah perilaku ataupun perbuatan.padahal mereka telah ditipu oleh kerasnya sandiwara hidup itu sendiri. Pemaknaan hidup bagi mereka itu sebatas bernafas lalu berjalan dan menikmati alam indah yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk manusia. Tapi bagiku itu tidak cukup, karena ada hal penting yang terlupakan dari sebuah hakikat kehidupan.
Kita telah melupakan hidup untuk mengenal diri kita sendiri. Terkadang saja seseorang sibuk mengurusi urusan orang lain dan mencari berbagai informasi mengenai diri orang tersebut, tapi pernahkah kita meluangkan sedikit waktu untuk duduk diatas teras dengan suasana sunyi gelap lalu mencari tahu informasi yang ada dalam diri kita? Menurutku hal ini pasti jarang kita lakukan karena pada umumnya orang hanya mengikuti alur kehidupan  yang begitu-begitu saja. Inikan sifatnya umum ,ketika orang berfikir bahwa hidup itu untuk sukses saja. Sama halnya ketika seseorang memiliki seorang anak yang pandai dan cerdas,kemudian didik disekolahan yang tinggi dan berkualitas lalu pada akhirnya diberi kesempatan untuk memilih keahlian jurusan yang akan mengantarkannya pada karir atau pekerjaan agar meraih kesuksesan nantinya. Dan sebagian besar orang tua pasti memikirkan hal seperti  ini untuk anak mereka. Bagi saya ini juga penting namun betapa indahya apabila hidup kita bukan untuk urusan duniawi saja. Melainkan teriringi oleh kecendrungan akhirawi yang akan mengantarkan mereka mengenal atau menemukan jati dirinya sebagai manuasia (sebagai seorang hamba).
*Tentang Penulis:
Ilham M.R, lahir di Enrekang, Sulawesi selatan, pada 15 Januari 1997. Ia adalah alumni MAS Rahmatul Asri Maroangin, Enrekang, Sulawesi selatan. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya di salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan beberapa karyanya sudah mulai dicetak di Majalah Kareba Pustaka Berita Perpustakaan Sekitar Sulawesi selatan.


[1]Jenis gorengan dari pisang yang ditumbuk-tumbuk sampai hancur dan rata.
[2] Saus yang dicampur dengan bumbu dapur lain seperti terasi,kemudian ditumbuk dan dihaluskan

0 komentar:

Posting Komentar

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

 

Blogger news

Blogroll

About